Site Loader
Toko Kitab

Melihat perkembangan berita akhir-akhir ini tentang virus corona yang menyebar di Indonesia, semakin nyata terlihat bahwa umat Islam selalu dijadikan kalah-kalahan dalam masalah ini. Berbagai kalangan baik dari pemerintahan maupun ormas Islam tidak mampu memberikan arahan dan solusi secara adil bahkan cenderung memberangus kegiatan keagamaan umat Islam saja dibanding yang lain mulai pelarangan shalat Jum’at dan Jama’ah, pelarangan berbagai kegiatan keagamaan masyarakat seperti tahlilan, khataman Al-Quran, yasinan, pengajian, dan lainnya, namun kegiatan ibadah di gereja, wihara, dan klenteng tidak sepenuhnya dilarang. Tempat-tempat mobilisasi perekonomian masyarakat seperti warung dan tokopun dibatasi waktu buka hanya 4-5 jam per-hari, ketika tidak mengindahkan himbauan akan digrebek polisi dan dipaksa untuk tutup dan bubar. Namun fakta dilapangan Indomaret, Alfamart, mall, café, discotik, swalayan, pasar dan pabrik-pabrik tidak ada penutupan disemua kecamatan, kota dan daerah dan tidak ada teguran dari aparat, namun justru warung-warung kecil, toko-toko kecil milik masyarakat langsung didatangi lewat operasi, dipaksa untuk tutup. Ini namanya tebang-pilih utk mematikan ekonomi rakyat kecil bahkan acara akad nikah dan resepsi pernikahan pun diatur-atur dan dipersulit, akhirnya banyak yang ditunda. Jelas ini termasuk memberi peluang terjadinya perzinaan.

Keprihatinan juga mucul dari Habib Thohir Al Kaff, beliau dawuh : “Kenapa ketika perintah Allah SWT untuk sholat jum’at baik pemerintah ataupun kyai kyai termasuk MUI, ramai-ramai menganjurkan untuk tidak sholat jum’at? dengan mencari-cari dalil. dengan alasan dalam sholat jum’at ada kerumunan jamaah, sehingga ditakutkan akan menularkan sesamanya. subhanallah… tetapi kenapa ketika giliran pasar, dimana di situ jelas-jelas terdapat kerumunan mereka bungkam seribu bahasa? Apakah kerumunan di pasar tidak mungkin menularkan…? bahkan masjid sudah jelas lebih bersih daripada pasar. Ada apa ini? mengapa tidak senang melihat orang islam menjalankan sholat jum’at? ingat pertanggung jawaban besok di akherat. Naudzubillahi Min Dzalik. Lihat faktanya kenapa kok yang digembar-gemborkan masalah sholat jum’at agar tidak jum’atan…?

Kita patut prihatian saat di Indonesia yang mayoritas muslim, masjid ditutup, dilarang berjama’ah dan jum’atan, justru di Negara Jerman banyak dikumandangkan suara adzan karena terbukti bisa melemahkan dan menciutkan aktifitas virus corona. Saat ini di Jerman dan Eropa kemerduan suara adzan menjadi penangkal menyebarnya virus corona bukan suara kidungnya Sukmawati. Begitu juga di Amerika setiap moment-moment penting kenegaraan dibuka dengan suara lantunan al qur’an.
Banyak kalangan baik pemerintah bahkan kiai dan tokoh ulamanya sendiri menjadi kaget dan panik sehingga tidak berpikir secara jernih dan matang dalam mengatasi masalah corona ini. Tidak lagi menggunakan rujukan hadits-hadits dan kitab-kitab salaf yang jauh sekali telah menyediakan solusi-solusi masalah wabah yang kompromistis, dalam arti mengutamakan kesehatan masyarakat tanpa harus mengorbankan ibadah umat. Sekarang orang-orang yang berlama-lama di masjid dilarang dan yang membuat kumpulan-kumpulan keagamaan dibubarkan, padahal posisinya berada di desa-desa yang kebanyakan jarang keluar hingga tempat-tempat yang jauh dan masuk zona merah corona. Surat-surat edaran untuk tidak jumatan atau berjama’ah di masjid keluar dari organisasi-organisasi Islam, sehingga masyarakat pun jadi ikut panik. Bahkan sampai ada desa yang tidak mau memandikan dan menshalati jenazah yang meninggal karena corona, menyuruh keluarganya mengebumikan di luar desa bahkan melempari petugas medis yang hendak membawanya ke pemakaman lain dengan batu. Berita-berita tentang corona yang berseliweran terus-menerus makin membuat panik masyarakatnya bahkan pula tokoh dan pejabatnya, hingga mereka tidak lagi bisa berpikir tenang dan jernih. Inna liLlahi wa inna ilaihi raji’un.

Kondisi masyarakat yang sedemikian miris ini adalah hasil dari tindakan menyepelekan dari pemerintah terhadap virus corona yang sudah menjadi pandemik di beberapa negara terutama di Cina. Pemerintah malah menggelontorkan uang 70 miliar untuk membayar buzzer-buzzer istana dan influencer dan membuka pintu selebar-lebarnya kepada orang asing untuk masuk Indonesia. Tenaga kerja dan wisatawan Cina dipersilahkan masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara. Jokowi dan menteri-menterinya malah guyonan bahwa orang Indonesia tidak akan kena corona karena suka makan nasi kucing, virus corona bisa mati karena merokok, dst.

Fatwa MUI Jawa Tengah serta LBM NU pusat tentang himbauan tidak melakukan jumatan tidak menyelesaikan masalah malah menimbulkan polemik baru. Alasannya, karena virus Covid-19 ini adalah jenis virus yang mematikan dan mudah sekali menyebar. Padahal kata “mematikan” dan “mudah menyebar” ini adalah madharrat yang masih mauhum (samar), dan madarat yang samar tidak bisa menjadi penghalang (‘udzur) dan memberikan keringanan (rukhshah) untuk meninggalkan yang wajib. Dalam kaidah Fiqh telah disebutkan:


لا يجوز تعطيل المصالح المحققة أو الغالبة خوفا من وقوع المفاسد الموهومة أو النادرة


“Tidak boleh meniadakan maslahat-maslahat yang pasti atau dominan karena takut datangnya mafsadah-mafsadah yang samar atau langka.” (Izzuddin Ibn Abdissalam, Qawa’id al-Ahkam, hlm. 89)


Sedangkan ta’thilul Jum’ah (meniadakan shalat Jumat) merupakan mafsadah yang sudah nyata (muhaqqahah) karena adanya larangan dari Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman:


وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُولَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ [البقرة : 114]


“Siapa yang lebih zalim dari orang yang melarang masjid-masjid Allah digunakan untuk menyebut nama-Nya dan berusaha untuk merobohkannya. Mereka tidak pantas masuk kedalamnya kecuali dengan rasa ketakututan. Bagi mereka kehinaan di dunia dan bagi mereka siksa besar di akhirat.” (QS. Al-Baqarah: 114)


Masjid Istiqlal malah membuat aturan yang lebih aneh. Shalat Jum’at ditiadakan tapi sebagai gantinya orang boleh shalat Zhuhur berjama’ah. Ini jelas model syi’ah! Kok sampai sebegitu bodoh dan gegabahnya dalam membuat hukum? Apa karena ta’mir masjidnya Nasaruddin Umar yang memang salah satu dari gembong liberal, dan watak orang liberal tidak bakal menggubris apa yang ada dalam kitab-kitab salaf, padahal shalat Zhuhur tadi jelas hukumnya tidak sah.


إذا عطل أهل قرية الجمعة مع وجود الشروط كلها وصلوا ظهرا من غير عذر فصلاتهم باطلة ما أمكنهم إدراك الجمعة، فإذا بقي من الوقت ما لا يسع الخطبتين والجمعة يصلون ظهرا وهم مع ذلك آثمون إثما شديدا.


“Jika penduduk suatu desa meniadakan shalat Jum’ah padahal seluruh syaratnya terpenuhi dan shalat Zhuhur tanpa udzur maka shalatnya batal selama mereka bisa mengikuti shalat Jum’ah. Ketika tersisa waktu yang tidak cukup untuk dua khutbah dan shalat Jum’ah maka mereka shalat Zhuhur. Meski demikian mereka mendapat sangat berdosa.” (Jamaluddin bin Abdurrahman al-Ahdal, Umdatul Mufti wal Mustafti, Juz 1 Hal. 222)


Kami juga sangat prihatin dan kecewa dengan statement ketua umum PBNU yang menyatakan tidak boleh ada jum’atan, sholat tarawih, sholat Idul fitri dan silaturrahim (bersalam-salaman), Ini apa apaan, mestinya NU sebagai organisasi besar memberikan pencerahan bukan malah membuat resah dan panik umat serta mengajak umat untuk bersama-sama berdo’a semoga virus Covid-19 berakhir sebelum Ramadlan lebih-lebih sirna pada pertengahan bulan sya’ban bibarokati haul nabi Hud ‘Alaihi as-Salam.


Bahkan menurut kami, dalam zona merah pun mestinya masih bisa melaksanakan shalat Jum’ah dengan memakai alternatif qoul qadim dalam madzhab Syafi’i ketika tidak memungkinkan. Jika tidak mungkin dilaksanakan oleh 40 orang, maka terpaksa boleh dilakukan oleh 30 orang atau kebawah dengan mengambil qaul qadim dalam madzhab Syafi’i yang membolehkan 12 orang. bahkan 4 orang sesuai tingkat kesulitannya. Kalau memang tidak boleh dilaksanakan di masjid karena khawatir dibubarkan oleh polisi atau semacamnya, lakukanlah di mushalla atau tempat lain yang masih dalam satu pemukiman.


Kalau memang tidak boleh dilaksanakan di masjid karena khawatir dibubarkan oleh polisi atau semacamnya, lakukanlah di mushalla atau tempat lain yang masih dalam satu pemukiman, jangan sampai meninggalkan shalat jum’ah dalam kondisi apapun sebagaimana arahan dari Habib Muhammad Riziq Syihab.


فصل : فأما العدد الذي تنعقد به الجمعة فأربعون رجلا مع الإمام على الأوصاف المتقدمة … وقال الأوزاعي والزهري ، وربيعة ، ومحمد بن الحسن : تنعقد باثني عشر رجلا. تنعقد بأربعة أو ثلاثة . وبه قال الليث بن سعد ، والمزني


“Fasal: Adapun jumlah orang yang dapat mengesahkan shalat Jum’at adalah 40 laki-laki sekaligus imam dengan sifat-sifat yang sudah ada dulu … Imam Auza’i, Zuhri, Rabi’ah, dan Muhammad bin Hasan berkata: Sah shalat Jum’ah dengan 12 laki-laki. (Abu Hasan al-Mawardi, al-Hawi al kabir, juz 2 hlm. 409)


وبأربعة عند أبيْ حنيفة وسفيانْ الثوريْ كما في البجيرمي والشرقاوي . وكذاعند الليث وأحمد كما فيْ ترشيح المستفيدين نقلا عن الجمل. وفيهْ أيضا نقلا عن فتاوي الريِّس أنه قول قديم للشافعي رجحه المزني وابنْ المنذر ، ومال إليه جمع من المحققين المتقدمين والمتأخرين منهم الإمام السيوطي (فتح العلام ج ٣ ص ٢٢ – ٢٣)


Kenapa MUI Jateng begitu serampangan langsung mengatakan tidak boleh jumatan padahal masih ada alternatif qaul yang mungkin digunakan? Mengapa MUI tidak mengambil kaidah Fiqh:


الميسور لا يسقط بالمعسور


“Yang mudah tidak gugur sebab yang sulit.”


Ada yang berdalih bahwa umat Islam harus mengikuti pemerintah sebagai ulil amri dalam pelarangan shalat Jum’at, kalau tidak ikut pemerintah maka dihukumi maksiat. (LBM NU 19 Maret 2020 seperti dilansir www.vivanews.com) Itu kalau pemerintahnya tidak maksiat. Kalau pemerintah dan juga ormas apapun memerintahkan maksiat maka umat Islam tidak boleh mengikuti.


لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق


“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.”
Keputusan ulil amri akan tepat kalau orang di sekitarnya juga memahami dalil-dalil Fiqh dengan mutqin (matang), bukan hanya keputusan ulil amri semata. Namun justru sebaliknya, yang terjadi sekarang adalah tokoh dan kiainya yang bicara serampangan harus ikut pemerintah, kalau tidak ikut berdosa. Aneh bin ajaib.


Inilah beberapa dalil tentang fadhilah melakukan shalat berjama’ah, bersalaman dengan sesama muslim dan ancaman meninggalkan shalat jum’at.


وعن أَبي الدرداءِ رضي الله عنه قالَ: سَمِعتُ رسولَ اللَّه ﷺ يقول: مَا مِن ثَلاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلاَ بَدْوٍ لا تُقَامُ فِيهمُ الصَّلاةُ إِلاَّ قدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيكُمْ بِالجَمَاعَةِ، فَإِنَّمَا يأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الغَنمِ القَاصِيَةَ . (رواه أبو داوود والنسائي)


“Diriwayatkan dari Abi Darda R.A. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR Abu Daud dan An-Nasai).


عن ابن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله ﷺ قال: «صلاةُ الجماعةِ أفضَلُ مِنْ صلاةِ الفَذِّ بِسَبْعٍ وعِشْرِيْنَ درجةً» . متفق عليه
. وفي رواية ” صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَمَاعَةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوْقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ ضِعْفًا. (متفق عليه)


“Diriwayatkan dari Ibnu Umar R.A. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian. Dalam riwayat lain “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah (di Masjid), lebih utama (dilipatgandakan ganjarannya) dua puluh lima kali lipat dibandingkan shalatnya di rumah dan di pasarnya. (HR. Muttafaqun ‘Alaih)


عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا. (رواه أبو داوود)


“Diriwayatkan dari Al Barra’ Bin Azib RA. Nabi SAW bersabda : Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Dawud)


عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ لِقَوْمٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الْجُمُعَةِ: لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلًا يُصَلِّي بِالنَّاسِ، ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ (رواه مسلم)


“Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA. bahwasanya Nabi SAW bersabda kepada orang-orang yang meninggalkan shalat Jumat: Sungguh aku berkeinginan menyuruh seseorang mengimami manusia, kemudian aku akan membakar rumah-rumah orang-orang yang tidak shalat Jumat (HR. Muslim)


عن عبيدة بن سفيان الحضرمي قال : سَمعتُ أبا جَعْدٍ الضمري يقولُ : سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه و سلم يقول : مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بها طَبَعَ اللهُ عَلَى قَلْبِهِ .(رواه أحمد .وأبو داوود والحاكم في مستدركه) وفي رواية لابن خزيمة “مَنْ تَرَكَ الْجُمْعَةَ ثَلَاثًا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَهُوَ مُنَافِقٌ”


“Diriwayatkan dari ‘Ubaidah bin Sufyan Al Hadrami Beliau berkata “Saya mendengar dari Abul Ja’d ad-Dhamri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang meninggalkan 3 kali jumatan karena meremehkan, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim ) dalam riwayat lain “Siapa yang meninggalkan 3 kali jumatan tanpa alasan syar’I maka ia masuk dalan golongan orang munafik”


Virus corona ini konon merupakan senjata biologis buatan. Ada yang mengatakan yang membuat adalah Amerika, ada yang mengatakan Cina. Siapapun pembuatnya, virus ini menjadi alat Zionis Yahudi Komunis untuk memporak porandakan Syari’ah dan kehidupan umat Islam. Jelas sekali umat Islam lagi-lagi yang disuruh mengalah dan mengorbankan ibadahnya. Ada rencana menghilangkan budaya Ahlussunnah dan pesantren seperti makan bersama (nampanan), shalat jama’ah boleh tapi diharuskan saling berjauhan sehingga menghilangkan fadhilah merapatkan barisan (taswiyatus shufuf), juga perusakan citra masjid dengan dilarangnya beribadah disitu seakan ingin dimunculkan ketakutan “masjid adalah tempat corona” dalam benak masyarakat umum. Dan itu benar, banyak masjid yang digembok dan diberi pagar di sekelilingnya sehingga orang yang mau shalat tidak bisa masuk. Adapun gereja, wihara, dan klenteng aman-aman saja walaupun dilarang untuk beroperasi hanya sebatas tulisan hitam di atas putih.


Mestinya pemerintah dengan adanya corona mengumumkan siapa saja yang positif, bahkan sekarang terkesan disembunyikan. Itu namanya berkhianat. Andaikan ada kebijakan lockdown pemerintah harus siap membiayai rakyat seperti yang Saudi lakukan. LBP melarang lockdown bahkan karantina daerah itu tujuannya untuk membela Cina agar ratusan pekerjanya berseliweran setiap hari di Indonesia. Alfamart, Indomaret dan bank yang dominan dikuasai orang-orang Kristen dibiarkan buka, tapi kita umat Islam punya warung dan toko disuruh buka hanya sampai jam 11 siang.
Kami tetap menganjurkan untuk menjaga kesehatan disetiap saat. Cucilah tangan dengan sabun sebelum dan setelah makan serta setelah bepergian, tidak menggunakan hand sanitizer, Detol atau bahan-bahan kimia yang bisa menghilangkan bakteri menguntungkan untuk tangan atau disemprot disinfektan, karena hakikatnya untuk benda mati bukan orang hidup seperti arahan DR. Yusri al-Mushri, seorang dokter dan ulama. Makanlah makanan yang sehat dan perbanyak minum yang hangat jangan es dan sering minum air kelapa untuk membunuh kuman dan bakteri dalam tubuh termasuk virus Covid-19, serta mengkonsumsi empon-empon atau rempah-rempah sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit. Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama bersabda:


لاَ عَدْوَى … وَفِرَّ مِنَ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الأَسَدِ


“Tidak ada penyakit menular, … dan larilah dari orang lepra seperti kamu lari dari singa.” (HR. Bukhari)


Hadits di atas diawali dengan lafadz laa ‘adwa, tetapi mereka hanya mengambil bagian akhir dari hadits itu saja, tidak membahas bagian awalnya.
Adanya kematian karena corona di berbagai negara seperti Cina, Italia, dan Amerika itu bisa saja karena mereka punya penyakit kronis atau punya budaya perzinaan, dimana mereka tentu sangat mudah terkena penyakit. Sudah barang tentu hal ini termasuk konsekuensi dari kemaksiatan yang mereka perbuat sehingga hal itu menyiksa diri mereka sendiri. Allah SWT berfirman:


ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ [الروم : 41]


“Telah tampak kerusakan di bumi dan di laut disebabkan karena tangan manusia”. (QS. Ar-Rum: 41)


Adanya kematian karena corona di berbagai negara seperti Cina, Italia, dan Amerika itu bisa saja karena mereka punya penyakit kronis atau punya budaya perzinaan, dimana mereka tentu sangat mudah terkena penyakit.
Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama bersabda:


ما ظهرت الفاحشة في قوم بها بينهم علانية إلا فشا فيهم الطاعون


“Tidak muncul perilaku keji dalam satu kaum yang dilakukan terang-terangan kecuali wabah akan menyebar dalam kaum mereka.” (HR. Baihaqi)


Kita harus berkeyakinan bahwa wabah atau tha’un ini bagi orang kafir adalah adzab, namun bagi orang Islam adalah rahmat, bahkan orang yang mati karena wabah dengan tetap mengikuti anjuran Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama maka ia dihukumi syahid akhirat, bukan mati konyol karena bunuh diri (ilqa al-nufus ila al-tahlukah) seperti yang diomongkan oleh LBM NU. Hendaknya diurus sebagaimana layaknya mayit muslim, dimandikan, disholati, dikafani dan dimakamkan. Mungkin kalau khawatir menular bisa kafannya dibungkus dengan plastik, petugas yang mengurusi jenazah menggunakan masker dan pakaian khusus. Di samping itu, tingkat bahaya dari virus corona saat ini sebenarnya tidak seberapa bila dibanding dengan virus MERS dan SARS.


Menurut informasi, Jumlah kematian di dunia dalam dua bulan terakhir tahun 2020 mencapai 14.687 disebabkan Virus Corona, 69.602: Flue biasa, 140.584: Malaria, 153.696: Bunuh diri, 193.479: Kecelakaan di jalan, 240.950: Terjangkiti HIV, 358.471: Alkohol, 716.498: Penyakit dalam, 1.177.141: Kanker, Lalu apakah Corona berbahaya? Atau Merupakan tujuan dari kampanye media untuk menyelesaikan perang dagang antara China dan Amerika? Atau Untuk mengurangi pasar keuangan dlm mempersiapkan tahap bursa efek merger dan akuisisi Atau Untuk menjual obligasi Treasury AS dlm menutupi defisit fiskal di dalamnya Atau Apakah kepanikan ini dibuat oleh perusahaan obat-obatan untuk melariskan produk mereka seperti pembersih, masker, obat-obatan, dan lainnya. Jangan panik dan jangan bunuh diri dengan rasa takut yang tidak perlu Saya memposting ini untuk menyeimbangkan postingan berita yang selama ini menyebabkan rasa takut dan panik.


338.724 orang sakit karena virus corona saat ini, dimana 81.093 orang di China. Dengan populasi lebih dari 1,1 miliar. Ini berarti bahwa jika tidak berada di atau belum mengunjungi China baru-baru ini, ini akan menghilangkan 94% kekhawatiran.


Jika terpapar virus corona, janganlah langsng panik karena : 81% dari kasus adalah RINGAN, 14% dari kasus adalah SEDANG dan hanya 5% dari kasus yang BERAT Yang berarti bahwa jika terjangkiti virus itu, kemungkinan besar akan pulih. lakukan kebiasaan sehat sehari-hari untuk mendukung sistem imun, utamakan kebersihan dan hindari hidup dalam ketakutan. merasalah bebas berbagi untuk menghentikan rasa panik.


عن أَنَس بْن مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ ». (متفق عليه)


Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama bersabda:


كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ ، مَا مِنْ عَبْدٍ يَكُونُ فِى بَلَدٍ يَكُونُ فِيهِ ، وَيَمْكُثُ فِيهِ ، لاَ يَخْرُجُ مِنَ الْبَلَدِ ، صَابِرًا مُحْتَسِبًا ، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ


“Wabah adalah siksa yang dikirim Allah kepada yang Dia kehendaki lalu Allah menjadikannya rahmat bagi orang-orang Mu’min. Tidak ada hamba dalam satu negara dimana terjadi wabah disana yang berdiam disana dan tidak keluar dari sana dengan sabar dan mengharap pahala, dia yakin tidak akan kena namun akhirnya kena wabah juga, kecuali baginya pahala seperti orang yang mati syahid.” (HR. Bukhari)


Kami peringatkan kepada para pemangku wewenang dan kepentingan baik pemerintah maupun ormas, lakukanlah penelitian yang mendalam terhadap dalil-dalil Syari’ah, prioritaskanlah agamamu serta saudara-saudaramu sesama Muslim, berikanlah himbauan yang benar tanpa mengamputasi kewajiban-kewajiban Syari’ah yang masih memungkinkan dipenuhi.


Renungilah Firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Maidah: 54 berikut:


فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [المائدة : 54 ]


“Lalu Allah akan mendatangkan kaum yang saling mencintai, merendah terhadap orang-orang Mu’min, keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut cacian. Itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas dan Maha Tahu. (al-Maidah: 54)


Terakhir, kita harus waspada dan hati-hati terhadap fitnah besar corona ini, terlebih terhadap rezim pemerintahan sekarang yang pro dengan komunis yang ingin menghancurkan islam dan NKRI dengan membiarkan WNA atau china berdatangan ke indonesia yang sampe saat ini tercatat kurang lebih ada 188.000 WNA masuk dengan dibuka lebar-lebar untuk menguasai negara kita, membuat program-program yang memberikan dampak buruk bagi warga negara sendiri seperti tidak mau atau menolak adanya lockdown, adanya operasi jam malam di seluruh daerah yang belum terpapar virus corona sehingga merugikan dan mematikan perekonomian umat, mentiadakan Ujian Nasional yang mestinya bisa dilakukan melalui online, meliburkan sekolah-sekolah, madrasah dan pondok pesantren, membebaskan para narapidana, koruptor dan preman-preman yang justru malah berpotensi menyerang umat islam dan merusak tatanan perekonomiannya bahkan yang lebih berbahaya lagi para narapidana dan preman-preman itu dijadikan alat komunis China untuk membunuh tokoh-tokoh umat islam lebih-lebih kaum santri dan kyai dengan persenjataan mereka. Dan beberapa kebijakan-kebijakan lainnya yang sangat merugikan warga negara kita.


Kami curiga apa yang dilakukan pemerintah semata-mata ingin mengulang kejadian silam tentang kekejaman PKI yang ingin mengusai NKRI bahkan ingin membunuh para kaum santri dan para kyai yang istiqomah mengajarkan Al-qu’an, menyelenggarakan jama’ah di masjid-masjid, shalat jum’ah tarawih, idul fitri di musholla masing-masing apalagi para kyai yang tegas dan lurus dalam menyampaikan fatwa.


Perlu diwaspadai rencana Wagub Jabar yang ingin mengetes 5000 kyai pesantren yang berpotensi positif corona. Mana pendetanya, pasturnya, biarawatinya, LGBTnya, Kenapa tidak semua tokoh agama.? Patut diduga ini gaya PKI. Bisa mungkin terjadi setelah para kyai dan aktifis muslim dikumpulkan dikarantina maka virus Covid-19 akan didatangkan dari china supaya virus tersebut menjangkit para penghuni karantina yaitu kyai dan aktifis muslim yang anti komunis. Inilah genosida pembinasaan gaya PKI era-1964.
Menurut pendapat saya pribadi, fitnah virus corona ini kayaknya merupakan perang dunia ketiga penyerangnya tidak kelihatan (misterius), tapi hakikatnya itu semua justru tidak lain semata-mata ingin menghancurkan dan menyerang umat islam dengan cara licik, seperti mengosongkan masjid dari jum’atan, mentiadakan sholat berjama’ah, tarawih, idul fitri dan melarang berziarah maqam Nabi SAW, ibadah haji, umroh dan segala bentuk ibadah dan Syiar islam lainnya dengan dalih kesehatan Ala WHO atau Ala Wuhan (Komunis-Atheis)


Akhiran, Kami tidak bertanggung jawab atas fatwa MUI dan NU/Ormas lain terkait tentang pengosongan masjid, tidak boleh melakukan jum’atan, tarawih dan idul fitri dan silaturrahim (bersalam-salaman) dan jama’ah serta aktifitas keagamaan lainnya. Kami takut itu akan mendapatkan siksaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Na’udzu billahi min Dzalik. Kenapa para pemudik dilarang dan dipersulit, silaturrahim juga dilarang sementara ratusan ribu pekerja China di biarkan WELCOME (selamat datang)…? Ini jelas aturan Komunis-Atheis yang ingin merusak umat islam.


Mari kita berdo’a dan bermunajat kepada Allah SWT, khususnya pada malam Nishfu Sya’ban semoga berkahnya berdo’a pada malam yang mulia dengan membaca surat Yasin 3 kali dan memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW diniati supaya umat islam selalu diberi kesehatan, kekuatan dan di hilangkan dari rasa ketakutan musibah corona serta dimudahkan kembali untuk melaksanakan ibadah-ibadah secara tenang dan mampu menghidupkan kembali syi’ar-syiar umat islam tanpa ada gangguan dengan selalu mengumandangkan adzan di setiap daerah maupun kota dan membaca al-qur’an untuk menghilangkan virus tersebut serta menyambut bulan suci ramadlan yang penuh keberkahan dengan menjalankan ibadah berjama’ah, shalat rawatib, tarawih bahkan sampai merayakan idul fitri dengan nyaman serta aman. Aamiin Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


Wallahu A’lam bi al-shawab.(*)


Sarang, 13 Sya’ban 1441 H.


Al Faqir ila ALLAH


HM. Najih Maimoen ZD

Di bawah ini kami nukilkan info-info ilmiyah sebagai selingan agar tidak panik, stres dan tetap tenang dan kuat dalam menghadapi fitnah teror Covid-19.
Saran-saran Penting dari Para Ahli Jiwa.

“توصيات مهمة من علماء النفس”


اعزِلْ نفسَك عن الأَخبار حولَ فايرُوس كورونا، فكلُّ ما تَحْتَاجُ إلى مَعرفتِه أصبحتَ الآن تعرفه بالفعل.

  1. Jauhkan diri Anda dari berita tentang virus corona. Segala yang perlu anda ketahui, kini anda memang sudah mengetahuinya.
  2. . لا تَبْحَثْ عن عددِ المَوْتى، فهذه ليست مباراةً لكُرّة القدم لكي تعرّفَ النتيجة النِّهائية … تجنَّبْ ذلك.
  3. Jangan mencari jumlah yang mati, karena ini bukan pertandingan sepak bola untuk mengetahui hasil akhir … Hindari itu.
    3 . لا تبحَثْ عن معلومات إضافية على الإنترنت، لأنها ستُضْعِفُ حالتَك الذهنية.
  4. Jangan mencari informasi tambahan di Internet, karena itu akan melemahkan kondisi mental anda.
    4 . تجنَّب إرسالَ رسائل مُرْعِبَةً ومُحْبِطَةً، إذ إِنَّ بعضَ الناس ليسَ لدَيْهِم نفسُ الْقُوَّةِ الْعَقلية التي تَمْلِكُها، فبدَلاً من مُساعدَتِهم، ستَقُوم بتَنْشِيْطِ الأمْرَاضِ لدَيْهِم، كالإِكْتِئَاب مثلاً.
  5. Hindari mengirim pesan yang menakutkan dan membuat frustrasi, karena beberapa orang tidak memiliki kekuatan mental yang sama seperti anda. Anda sudah tidak membantu mereka, anda bahkan akan merangsang penyakit mereka, misalnya depresi.
    5 . استمعِ وأرِح قلْبَكَ بصوت القرآن الكريم في المنْزِل، وَابْحَثْ عن ألعابٍ لِلتَرْفِيْهِ عنِ الأطفالِ، وتَبادَلِ الأحاديثَ معَهُم واروِ القِصَصَ لهُم.
  6. Dengarkan dan hibur hati anda dengan suara Al-Quran di rumah, cari permainan untuk menghibur anak-anak, bertukar percakapan dengan mereka dan cerita kisah-kisah kepada mereka.
    6 . حَافظْ على الانضباطِ في المنزلِ عن طريْقِ غَسْل يديك بِانْتِظَامٍ بالماءِ والصابونِ والتنبيهِ بذلك على كل شخصٍ يعيشُ معك.
  7. Pertahankan disiplin di rumah dengan mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur dan memperingatkan semua orang yang tinggal bersama anda.
    7 . سيُساعِد مزاجُك الإِيجابيُّ على حمايةِ جَهازِك المَنَاعَي، حيثُ ثَبتَ أن الأفكارَ السَّلْبيةَ تُضْعِفُ جَهازَك المَنَاعي وتجعَلُه عاجزاً عن مقاومة الفَايْرُوسات.
  8. Suasana hati positif anda akan membantu melindungi sistem kekebalan tubuh Anda, karena pikiran negatif telah terbukti melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuatnya tidak dapat melawan virus.
    8 . الأهمُّ من كلِّ ذلك، أنْ تُؤْمنَ إيماناً راسخاً بأن هذا الوباء سَوف يمُرُّ وسنَكُون جميعاً في أمان ….!
  9. Yang paling penting dari semuanya adalah Anda sangat yakin bahwa epidemi ini akan berlalu dan kita semua akan selamat ….! Bersikaplah positif … jadilah orang yang tenang. كُنْ إيجابياً … كن آمِناََ …
    أرسله مولانا الشيخ أحمد الهجين حفظه الله، 3 أبريل 2020 م
    Kiriman Maulana Syekh Ahmad al-Hajin hafizhahullah, 3 April 2020 M.
    INFO KEDUA!!!
    Peniadaan shalat jum’at oleh aparat hukum dinilai hanya mengada-ada saja. Himbauan dari pemerintah yang beralasan agar Covid-19 dapat segera diatasi itu tidak jelas selama Pemerintah belum bisa menjelaskan, berarti upaya pemerintah tidak terukur dan tidak terstruktur. Jika memang serius, semestinya pemerintah segera menerapkan lockdown dari awal dikarenakan sudah terbuktinya langkah tersebut di berbagai negara.
    Sayangnya, sampai saat ini pemerintah belum berani menerapkan lockdown. Keterbatasan anggaran untuk menanggung rakyat dinilai terlalu besar. Meskipun kebijakan lockdown dinilai satu-satunya cara untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Padahal biaya perpindahan Ibu Kota yang mencapai ratusan triliyun jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kebutuhan rakyat ketika diterapkannya lockdown. Ketika Asuransi Jiwaswara dan Asabri bangkrut, Pemerintah siap akan menggelontorkan anggaran triliyun rupiah. Namun untuk Penanganan Covid-19 pemerintah justru buka rekening donasi. Hal ini yang seringkali membuat masyarakat bingung.
    Peniadaan shalat jum’at semestinya harus dengan kegiatan yang bersifat perkumpulan lainnya. Jika masjid harus dikosongkan, maka pasar, mall, discotik, pabrik-pabrik, bank-bank, terminal dan tempat-tempat umum lainnya harusnya disterilkan juga. Hal ini dikarenakan tempat-tempat tersebut menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang bisa menghabiskan waktu sampai berjam-jam. Kebersihan diri dan tempat yang belum tentu terjaga berbanding terbalik dengan masjid yang selalu bersih, dipel setiap hari, jamaahnya bersih-bersih bahkan wangi. Mereka yang ke masjid duduk paling lama satu jam untuk jumatan dan 10 menit untuk sholat berjamaah. Namun anehnya, sejak awal munculnya Covid-19, masjid saja yang terus dihimbau pertama kali utk dikosongkan dari jamaah, sebelum Mall, hiburan malam dan sebagainya. Maka tidak heran jika masyarakat bingung, dan menganggap pemerintah belum serius atau justru yakin bahwa memang virus ini tidak begitu bahaya melainkan dibuat heboh untuk kepentingan pihak tertentu.
    Jika memang pemerintah tidak serius, semestinya masjid dibuka selebar-lebarnya agar menjadi tempat umat berdoa kepada Allah untuk menghilangkan panik yang justru lebih bahaya dari Covid-19.
    عن أنس رضي الله عنه قال رسول الله ﷺ إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ.
    “Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang beri’tikaf, (sholat, dzikir) di masjid.” (Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232)
    Selain itu, Pemerintah Desa sebaiknya membuat peta zona merah supaya umat bisa mencari masjid yang masih dalam zona hijau sehingga shalat jum’at masih bisa dilaksanakan. Sebab sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani, jika tiga kali meninggalkan shalat jumat, maka tergolong orang yang munafiq. Inilah yang lebih kita khawatirkan.
    HIMBAUAN PENTING
    Kami menghimbau kepada semua umat muslim, sebagaimana himbauan yang di sampaikan oleh Habib Ali bin Habib Soleh Al Haddad Shohibul Majlis ROTIB AL HADDAD , dan perlu disebarluaskan serta dijalankan terkait dengan fitnah Virus Covid-19
    bahwa virus corona bukan lah penyakit yang Allah SWT turunkan melainkan tipu daya musuh islam agar berdampak :1.waswas dalam beribadah 2. saling curiga sesama ummat muslim 3. agar ekonomi indonesia hancur 4. target penutupan tempat ibadah seperti masjid dn majlis majlis ta’lim 5. target berikutnya sholat tarawih dan ibadah serta syiar islam lainnya. Virus corona memang ada namun bukan dari Allah SWT dan jangan menyalahkan Allah SWT terhadap setiap bencana yang datang – Virus corona adalah virus buatan musuh islam. Harap kembali lagi keseharian seperti sebelum-sebelumnya. Jangan takut dan panik insyaAllah berkahnya nishfu Sya’ban dan haul Nabiyullah Hud Alaihi as-Salam serta do’anya para kyai dan kaum santri virus corona akan hilang dan lenyap dari muka bumi umat islam ini. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin…
    INFO KETIGA!!!
    Ada yang janggal dengan munculnya virus corona ini : Wuhan ke Shanghai = 629 km, Wuhan ke Beijing = 1052 km, Wuhan ke Milan = 8700 km, Wuhan ke New York = 12000 km, Wuhan ke Etli = 8670 km, Wuhan ke London = 8880 km, Wuhan ke Paris = 8900 km, Wuhan ke Spanyol = 9830 km, Wuhan ke India = 3575 km, Wuhan ke Iran = 6560 km.
    👉 Virus Corona berasal dari kota Wuhan di Cina dan sekarang telah mencapai setiap sudut dunia, tetapi virus ini belum mencapai ibu kota Cina: Beijing dan ibu kota ekonomi: Shanghai di dekat Wuhan, mengapa …?
    👉 Beijing adalah kota tempat semua pemimpin Cina tinggal, para pemimpin militer tinggal di sini, mereka yang menjalankan kekuasaan Cina tinggal di sini, tidak ada penghentian di Beijing! Itu terbuka! Corona tidak berpengaruh di sini, Mengapa …?
    👉 Shanghai adalah kota yang menjalankan perekonomian Tiongkok, adalah ibukota ekonomi Tiongkok, di sini semua orang kaya Cina tinggal! Mereka yang menjaga industri tetap berjalan, tidak ada penguncian di sini, corona di sini tidak berpengaruh …! Kenapa …?
    👉 Apakah korona adalah virus pandemi, yang telah diberitahu bahwa Anda harus membuat kepanikan di seluruh dunia, tetapi Anda tidak akan datang ke Beijing dan Shanghai, sangat penting untuk mengajukan pertanyaan kepada China bahwa ketika negara-negara maju terbesar di dunia Tidak dapat menghentikan Corona! Corona menciptakan teror di kota-kota besar dunia, jadi mengapa konflik ini tidak mencapai Beijing …? ; Mengapa tidak mencapai Shanghai …? Kenapa …?
    👉 Beijing dan Shanghai adalah area yang berdekatan dengan Wuhan! Virus dari Wuhan mencapai setiap sudut dunia, tetapi virus ini tidak mencapai Beijing dan Shanghai …! Kenapa …?
    👉 Hari ini, seluruh India dan 130 crore orang India mungkin dikunci! Ekonomi kita terhenti, tetapi semua kota besar di Cina terbuka dan sekarang dan mulai 8 April, Cina juga membuka Wuhan! Seluruh dunia dilanda teror! Sekarang kasus baru tidak akan datang di Tiongkok dan Cina terbuka …! Kenapa …?
    👉 Hal besar lainnya adalah bahwa pasar saham di seluruh dunia telah turun hampir setengahnya! Nifty telah berubah dari 12 ribu menjadi 7 ribu di India juga! Tetapi pangsa pasar Cina adalah 3 ribu yang hanya 2.700! Tidak ada efek virus ini di pasar China juga …! Kenapa …?
    Apa pun hal-hal ini, mereka hanya menunjuk pada satu hal bahwa korona adalah senjata bio-kimia China, yang ditinggalkan Cina untuk kehancuran di dunia! Setelah membuat beberapa orang terbunuh, Cina sekarang telah mengendalikan virus ini! Mungkin dia juga punya obat, yang tidak dia bagikan dengan dunia!
    Mari berfikir dengan Akal Sehat dan Cerdas…… Mengapa…?

Post Author: ribathdarushohihain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons