Site Loader
Toko Kitab

Demikian sepetik pandangan yang Syaikh Muhammad Najih sampaikan di acara Silaturrahim K2 ASWAJA (Komunitas Kyai Ahlussunnah wal Jama’ah) Kabupaten Rembang yang dilaksanakan Senin kemarin (4 Sya’ban 1440 H/8 April 2019 M) di Pamotan, Rembang. Acara ini dihadiri oleh para habaib, kyai pesantren, dan masyarakat khususnya di Kabupaten Rembang. Dalam acara tersebut Abah Najih diberi kesempatan untuk memberikan mauizhah hasanah serta pandangan beliau untuk Islam dan Indonesia kedepan khususnya dalam hal pilpres yang tinggal beberapa hari lagi. Berikut kutipan dhawuh Abah Najih pada acara tersebut:

“AlhamduliLlah wa al-syukru liLlah, kita bersama-sma berkumpul mandegani K2 ASWAJA yang diawali saudara saya Kiai Akhfasy Hamid Baidlawi.

Bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian, ini merupakan ujian bagi bangsa kita yang kedua kali. Dahulu kita dijajah oleh Belanda dan Jepang, dan AlhamduliLlah dengan izin Allah dengan Amerika mengebom Jepang (Hiroshima) kita diberi kemenangan atau kemerdekaan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini barakah dari Allah. Memang pengeboman itu kejam dan biadab, tapi Allah bisa membuat sesuatu yang kejam itu menjadi nikmat bagi bangsa yang lain khususnya kepada umat Islam yang InsyaAllah dipelopolori oleh bangsa Indonesia. Kemerdekaan negeri-negeri yang dijajah dimulai dari kemerdekaan Indonesia, dan kemerdekaan Indonesia itu aneh dan ajaibnya terjadi pada bulan Ramadlan tanggal 17 Agustus atau 9 Ramadhan. Menurut ayah saya yang ahli hitungan ini hampir sama dengan peristiwa Nuzul al-Quran tanggal 17 Ramadhan atau 9 Agustus. AlhamduliLlah.

Kemerdekaan Indonesia dan Habib Kwitang

Jadi itu adalah anugerah, dan proklamasinya di rumahnya orang Arab, bukan seperti di buku-buku SD bahwa proklamasi di Jalan Pegangsaan. Mosok proklamasi di jalan? Proklamasi itu di rumahnya Faradj Martak, mbahnya Yusuf Martak yang sekarang menjadi ketua GNPF-MUI. Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia itu negara Mesir. Dan, yang paling senang dan bertanya-tanya adalah Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang. Kebetulan kersane allah, ketika pak Harto mau menumpas PKI atau menumbangkan rezim Orde Lama juga sowan ke Habib Ali bin Abdurrahman Kwitang untuk meminta restu. Beliau wali besar. Maulidnya terkenal sedunia. Habaib dari Hadramaut datang kesana untuk ngalap berkah.

Saya pernah membaca tulisan-tulisannya Gus Dur di rumahnya seseorang di Magelang di bukunya berjudul Tuhan Tidak Perlu Dibela, termasuk disitu ada pernyataan kenapa ada maulid besar-besaran di Kwitang. Itu dianggap pemborosan. Na’udzubiLlah min dzalik. Maulid Habib Habsyi itu bikin jengkel orang Belanda dan orang-orang kafir. Katanya pemborosan. Itu barakah luar biasa karena yang membikin maulid adalah Habib Ali. Terkenal sekali karamahnya. Soekarno akan memerdekakan Indonesia juga menginap berhari-hari untuk meminta pangestu kepada Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi. Suharto ingin menumpas PKI juga sowan ke Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi untuk meminta pangestu. Luar biasa. Jadi hubungan Indonesia dengan habaib dan hubungan masyayikh dengan Arab itu erat sekali. Jangan sampai dihilangkan. Hubungan dengan santri apalagi. Maklum.

Soekarno, Ulama, dan 17 Agustus

Saya diberi cerita orang bahwa di dalam sejarah Indonesia di sekolah-sekolah bahwa Soekarno sebelum 17 Agustus dipaksa oleh mahasiswa untuk proklamasi. Ini sebetulnya mungkin ada benarnya, tapi mungkin banyak salahnya. Yang memaksa Soekarno proklamasi adalah para Kiai Ajengan Sunda. Malam Jumat mereka istighatsah dan meminta Pak Karno untuk proklamasi dan menjadikan negara ini Negara Islam. Pak Karno bilang iya. Ceritanya begitu. Tapi waktu 18 Agustus ada laporan dari Manado atau Ambon bahwa umat Kristen disana mau mendirikan negara sendiri atau terpisah dari Indonesia apabila Tujuh Kalimat dalam sila Pancasila yang pertama tidak dihapus. Akhirnya pun dihapus. Yang menghapus ini siapa? Ya memang panitia, tapi bisa-bisa karena ditekan dan mereka terkecoh karena keadaannya sudah merdeka. Dianggap kemerdekaan itu diatas segalanya. Tentunya kemerdekaan ini hanya wasilah, perantara, dan jembatan, kalau untuk kita ya untuk Syariat Islam. Kalau kita orang santri mestinya begitu. Artinya pengen baldatun thayibatun wa rabbun ghafur, bukan sekedar merdeka dan diakui saja. Walaupun kemerdekaan Indonesia itu memang luar biasa. Apa luar biasanya? Karena luasnya negeri Indonesia. Luas sekali. Tidak ada di dunia yang punya tiga waktu: jam barat, timur, dan tengah. Makanya katanya Mbah Moen, sekali-kali pergilah ke Papua seperti habaib yang suka kemana-mana itu. Keluarganya dimana-mana. Silaturrahim, agar tahu kebesaran Indonesia.

Mungkin tadi sudah diterangkan. Tiap tahun katanya Prabowo ada 1000 triliun yang bocor. Pengakuan KPK malah 2000 triliun. Itu bukan lima tahun, setiap tahun. Sampeyan hitung aja. Pastinya itu karena APBN tidak tepat, salah sasaran, sasarannya ke sakunya sendiri-sendiri.

Kemarin saya diceritani anak buahnya Gus Qayyum bahwa Kiai Qayyum baru saja ke papua. Beliau dapat cerita bahwa gaji makan pekerja Freeport adalah lima ratus ribu tiap hari. Ini karena Amerika. Amerika kan kaya. Itu gaji untuk makan saja, belum gaji bulanan. Lalu katanya lima ratus ribu itu dicengklong sama Surya Paloh. Jadi yang diberikan pada pekerjanya hanya seratus ribu makan tiap hari. Yang empat ratus ribu kemana? Ke Surya Paloh. Surya Paloh kemana? Mungkin untuk kampanye atau partainya. Ngeri. Belum gajinya mungkin tiap bulan itu sepuluh juta. Disamakan dengan orang Barat di Amerika.

Banyak sekali kasus seperti itu. Pak Prabowo punya buku namanya Paradoks Indonesia, termasuk isinya yaitu mengalirnya uang Indonesia ke luar negeri. Ada yang orangnya ikut ke luar negeri seperti Liem Swi Liong, dll. Ada yang masih disini tapi di luar negeri semua uangnya. Dia menikmati jalan dan pajaknya mesti ngemplang. InsyaAllah hal-hal itu akan dibenahi oleh Pak Prabowo. Pak Prabowo sudah ditanya oleh Kiai Hasib, apakah bapak kalau memimpin negara ini akan jadi khilafah? Beliau menjawab tidak. Tidak mungkin. Kemarin juga telah diceritakan berulang-ulang di Gelora Bung Karno bahwa itu tidak mungkin. Bahkan ada yang daftar dari orang Kristen yang terkenal membela kemanusiaan, namanya Natalius Pigai.

Giatkan Doa dan Wiridan Menjelang Pemilu

Saudara-saudara sekalian. Sekarang ini kita mengingat seperti 17 Agustus, seperti kemerdekaan. Semangat rakyat luar biasa. Hanya saja dihalang-halangi oleh Projo. Projo ini model-modelnya ada yang bilang seperti PKI, malah ada yang bilang keturunan seperti yang kemarin menyerang FPI di Jogja. Ada yang bilang seperti Belanda. Kemarin katanya kepala-kepala desa dan camat dikumpulkan di Rembang. Katanya diteror, “Pye iki Jawa Tengah khususnya Rembang banner-banner Projo kok sedikit? Gak bergerak kamu?” Ganjar iku pinter menggertak. Dulu pernah menggertak soal timbangan. Gertak tok, wong dia sudah tersangkut kasus korupsi.

Saudara sekalian. Yang paling ngeri adalah Jawa Tengah. Tapi katanya Jawa Timur juga ngeri. Sama, sebab gubernurnya lewat PDI. Susah ini. Sekarang waktunya istighatsah. Nanti malam istighatsah yang sungguh-sungguh, la haula wa la quwwata illa biLlahi. Kalau sudah begini ini kita pakai kekuatan doa. Rakyat jelas ingin perubahan, ingin perbaikan, ingin 02. Tapi dari pemerintahan benar-benar menekan. Tekanan tersebut dengan ancaman dan uang. Sudah terlihat di WA dan Youtube soal bagi-bagi duit. Polisi disuruh bagi-bagi uang di dengan Jokowi, di depan KPU. Itu sudah pelanggaran. KPU mestinya mempermasalahkan. Kok seperti ini pripun? Gunakan kekuatan alam tara, tarmihim tujuh kali. Nanti dikirim ke WA doa dari Sayyid Muhamad Alawi al-Maliki. Saat Sayyid Muhammad masih sugeng, Wahabi tidak bisa apa-apa. Bareng Sayyid Muhammad Alawi wafat, Masjidil Haram dirubah, hotel dibuat tinggi-tinggi, ada menara jam yang besarnya seperti menara jam London. Ka’bahnya kecil. Menghina Ka’bah ini. Inna liLlahi wa inna ilaihi waji’un. Hal-hal ini terjadi setelah Sayyid Muhammad wafat. Waktu belum wafat mereka tidak berani mincing-mancing karena aji-ajinya adalah alam tara.

Hadirin yang saya muliakan. Walhasil, ada yang usul begitu. Iki untuk kiai-kiai dan santri-santri. Kalau orang yang tidak begitu banyak wiridan baca saja:

اللهم صل على سيدنا محمد، وأشغل الظالمين بالظالمين، وأخرجنا من بينهم سالمين، وعلى آله وصحبه أجمعين

Sekarang ditiru di Jawa Timur, tapi yang membaca Marzuki Mustamar. Kiai-kiai yang tidak masuk struktur NU sudah ada yang melawan, tapi yang pondok-pondok besar dikuasai Projo. Fitnah. Tapi oleh orang Jawa Timur sudah dikenali, yang dipilih PBNU mesti kalah. Yang dipilih PWNU, bahkan yang dipilih kiai-kiai besar Jawa Timur kok kalah. Gus Ahdal ini mertuanya orang Jawa Timur. Kalau saya hanya dengar-dengar saja. Kemarin dukung Gus Ipul, ternyata keok. Kurang opo gus e? Kalah sama Khofifah gitu saja. Ada yang bilang Namrud-namruz bakal dihancurkan oleh semut-semut. Namrud kan ceritanya dibunuh oleh nyamuk. Karena nyamuk saja sudah mati, masih mending nyamuk.

17 April 2019 = 17 Agustus 1945

Hadirin yang saya muliakan. Saya ulangi lagi, sekarang ini kembali ke zaman 17 Agustus. 17 April ini merupakan kemerdekaan kita dari penjajahan Cina. Saestu kita ini sudah dijajah Cina. Ada video pernyataan Kwik Kian Gie atau Rizal Ramli bahwa di tahun berapa itu Indonesia pernah dilewati pesawat luar ngeri. Lalu yang dari Indonesia memberitahu, “Anda telah melewati teritorial kami.” Terus dijawabi, “Mau apa kau?” Akhirnya tidak berani, hanya memberitahu saja. Ini sudah lama, artinya kita ini tidak punya kedaulatan saking lemahnya. Uangnya masuk rekening-rekening luar negeri, untuk rekening diri sendiri. Bukan untuk mensejahterakan tentara, polisi, dan guru. Maka Pak Prabowo berkomitmen ingin mensejahterakan ABRI dengan senjata yang sudah mutakhir dan hebat.

Indonesia iki apa keistimewaannya? Ini sudah diingat-ingat oleh Barat, yaitu waktu 10 November. Kurang opo kuatnya Barat? Ada Inggris, Belanda, Amerika, Perancis, Portugis, dan Jerman. Tapi kok bisa kalah dengan santri? Bukan TNI atau ABRI sebenarnya. Mereka orang Barat sudah tahu kalau di samping TNI itu ada santri dan kiai yang ahli hikmah.

Hadirin yang saya muliakan. Jadi mereka sudah tahu. Makanya mereka benci sekarang kalau ada lafazh Allahu Akbar. Ini karena trauma orang Barat gara-gara Bung Tomo memekikkan Allahu Akbar. Bisa membikin dada orang Barat sesak sampai sekarang. Yang aneh ada orang NU kok ikut-ikut benci? Ini aneh. NU londo pancen, ora NU kiai.

NU Sekarang Dikuasai Liberal dan Komunis

Hadirin yang saya muliakan. Sekarang ini fitnah besar. Kita tidak benci NU Hasyim Asy’ari, bukan benci NU kiai. Tapi sekarang NU dikuasai liberal dan komunis. Guntur Ramli itu mungkin keturunan PKI, namanya saja Guntur. Medeni iku. Effendi Khoiri ada yang cerita juga keturunan PKI. WaLlahu A’lam. Hatta yang dekat dengan kiai. PBNU saja sekarang sudah begitu. Kecampuran PKI dan macam-macam. Ini fitnah yang besar. Ada yang menakut-nakuti kalau Pak Ma’ruf Amin dan Jokowi kalah serta Prabowo menang nanti tahlilan dan dzibaan hilang, pesantren hanya fosil. Itu omongannya. Aku Najih ya khawatir, tapi janji Sandiaga Uno dengan Gus Akhfasy di ndalem-nya lalu di Pekalongan, tetap melestarikan Ahlussunnah wal Jama’ah. Lalu seingat saya ketika kampanye Pak Prabowo mengatakan “kalau saya kalah akan hilang tahlil” adalah fitnah yang kejam. Ini perlu disebarluaskan. Dibilang fitnah, berarti akan melestarikan, kan?

Jadi saya ulangi lagi. Memang di belakangnya Pak Prabowo banyak non-NU. Tapi dengan kepemimpinan Pak Prabowo yang orangnya tidak ingkar janji kita harapkan akidah ahlussunnah wal jamaah tidak akan tergeser. Prabowo itu istilahnya adalah orang yang plural, bukan pluralisme. Kalau pluralisme kan menyamakan semua agama. InsyaAllah kami husnuzzhan beliau tidak pluralisme, hanya plural atau menghargai perbedaan. Sudah dimana-mana beliau berbicara seperti itu, bahkan mengayomi seluruh agama. Bahkan Habib Rizieq di pidatonya harus mengayomi seluruh agama. Agama saja diayomi, apalagi sekedar tahlilan dan dzibaan yang berbau tradisi saja. Malah mbahnya dilestarikan karena tradisi dan kesenangan masyarakat. Masyarakat senang tahlilan sebab barakah karena rumahnya digunakan untuk kiai dan santri membaca Al-Quran dan dzikir, AlhamduliLlah. Jadinya tenang, setan yang asalnya mau masuk tidak jadi masuk. Enak, kan? Sudah begitu makanannya bisa diniati shadaqah. Yang mendapat shadaqah juga enak. Sama enaknya. Begitu kok mau dihilangkan? Jelas didemo dan dilengserkan lagi.

Tentang Tahlilan

Saudara-saudara sekalian. Tapi kalau saya niatnya qiraah alal amwat (membaca untuk orang mati), itu adalah ibadah yang shahih dan diamalkan oleh salafushalih. Yang datang niatnya menyenangkan dan membantu sesama Muslim. Apalagi tetangga, niatnya husnul jiwar. Niatnya bertetangga yang Islami, AlhamduliLlah. Jika seumpama tahlilan dihalang-halangi, maka shalawat sendiri-sendiri di rumah kan bisa. Takutnya sampai begitu gara-gara snack. Tahlilan sendiri-sendiri dirumahnya bisa. Tidak perlu mengundang du ratus orang. Mengajak saudara lima orang saja sudah bisa. Ini seumpama, InsyaAllah tidak. Ini karena Prabowo orang yang pluralis, menghargai perbedaan, semuanya diayomi. Lha sampeyan suka tahlilan dan mengundang orang, tapi dirinya sendiri tidak pernah tahlil. Thariqat itu membaca tahlil tapi tidak ada snack-nya. Mencari pahala dari Allah. Membaca shalawat seratus kali, tahlil seratus kali, istighfar seratus kali, esok dan sore. Kan enak. Ada yang tahlil 165 kali setelah shalat. Mbah Baidlawi begitu. Mengamalkan yang seperti ini saja enak. Ada tahlilan AlhamduliLlah, tidak ada yang mengundang untuk tahlil maka tahlilan sendiri-sendiri. Diniati untuk arwah kaum Muslimin kan sudah mendapat ganjaran banyak sekali. Tidak ada syubhat mencari dunia. Ini saya cuma menenangkan lho, bukan menakut-nakuti.

Islam di Cina

Para hadiri yang saya hormati. Mengapa di Cina masih ada orang Islamnya padahal komunis dan jahatnya seperti itu? Berapa puluh juta Muslim Cina dibunuh dan masjid dihancurkan? Sekarang yang dihina itu penduduk Uyghur, Tiongkok. Itu mungkin karena masalah politik. Cina sekarang sudah agak baik, bukan seperti dulu. Tapi yang bahaya itu komunis Cina itu tetap berbahaya. Jokowi itu sebelum jadi presiden adalah kader PDI yang sudah sering ditugasi Megawati untuk berkunjung ke partai komunis Cina. Tetap berbahaya. Sangat berbahaya.

Para hadirin yang saya hormati. Di Cina masih ada orang Islam padahal komunis, masalahnya di Cina itu orang-orangnya tidak meninggalkan mengajar Al-Quran. Al-Quran itu penting. Sekarang yang mengajar Al-Quran kebanyakan perempuan. Itu tidak mantep. Yang mengajar Al-Quran di PAUD atau TPQ itu mestinya laki-laki. Sekarang laki-lakinya kerja gara-gara dimarahi istrinya, “Mengajar saja dapat apa, pak?”

Tapi orang Islam di Cina banyak yang tidak shalat. Kalau di tempat kerja dilarang shalat. TKW dan TKI kita yang di Beijing atau Hongkong tidak shalat. Shalatnya pas makan, bahkan kadang shalatnya di WC. Menggelar alas lalu shalat cepet-cepetan. Jadi dilarang shalat disana. Lha ini kalau Jokowi jadi, PSI besar, PDI banyak kader PKI-nya, ada yang bilang 110, itu gimana jadinya? Nanti diatur cara komunis kita tidak boleh shalat waktu bekerja. Na’udzubiLlah min dzalika.

Silahkan meniru kebijakan walikota Probolinggo seorang habib agar di pabrik-pabrik atau kantor-kantor ada mushalla dan disiapkan tempat wudlu dan toilet untuk shalat bersama. Itu perlu digerakkan dan ditular-tularkan. Harus digunakan untuk menyindir pak Hafid, “Anda santri kok tidak bisa begini?” Tentunya jangan shalat saja, tempat-tempat karaoke juga ditutup. Tempat maksiat.

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ [العنكبوت : 45]

Kalau shalat tidak dilarang tapi maksiat digiatkan, itu sama dengan menyampur surga dan neraka. “Nasdem” menurut orang Sarang, “panas adem”. Nasdem itu anak buah James Riyadi. Makanya punya MetroTV. Yang menjadikan Prabowo kalah tahun 2014 ya Metro itu. Perhitungan quick count.

Para hadiri yang saya hormati. Prabowo dulu sudah menang, satu persen entah berapa. Sebnarnya sudah menang. Tapi Pak Prabowo tidak melawan. Makanya sekarang dikawal oleh Habib Rizieq, akhirnya agak tegas. Entah kenapa, tapi ya tidak sampai perang. Umpama perang ya di Jakarta, tidak sampai ke Pamotan. Supaya sungguh-sungguh gitu, tidak mengalah terus. Ada yang bilang Prabowo terlalu baik setelah diberhentikan dulu.

Para hadiri yang saya hormati. Itu hanya fitnah. Kalau Jokowi bilang “saya empat setengah tahun difitnah diam sekarang saya melawan”, itu ditertawakan oleh Jakarta. Pak Prabowo 20 tahun difitnah. Oleh Wiranto dan Luhut. Sekarang perlawanannya lewat konstitusi, lewat pemilu. AlhamduliLlah. Monggo kita yang sadar. Kita diberi satriyo piningit. Satriya piningit itu disembunyikan oleh Allah. Makanya dicopot dari TNI. Itu yang namanya piningit. Mau menikmati jadi menantu Pak Harto, malah disuruh ke NTT. Tapi dikhianati oleh Habibie, dilepaskan. Itu tekanan Barat.

Niat Dukung Prabowo-Sandi dalam Pemilu

Para hadiri yang saya hormati. Maka kita ini niatnya adalah nashril mazhlum. Menolong orang yang dianiaya. Oleh siapa? LB Moerdani, Wiranto, dst. Bengis-bengis itu. Ya PKI, ya komunis, campur-campur. kita niatnya nashril mazhlum dan juga nashril habaib wal ulama (menolong habaib dan ulama) yang ahli amar ma’ruf nahi munkar. Menolong Habib Muhammad Rizieq ketua FPI yang dianiaya. Kiai Hasyim Muzadi pernah berkata, FPI itu persis Banser zaman 65. Kamu ingin mengerti Banser kuno, ya FPI itu. Jadi kita ini NU Kiai Hasyim Asy’ari dan Kiai Wahab Hasbullah yang menentang PKI. Yang memulai melakukan penangkapan itu PKI, bukan kita yang melanggar hak asasi manusia. Situ yang mulai duluan. Sana yang ingin membunuh. Sudah disiapkan lubang-lubang di depan rumah, alasannya akan ada musuh dari Malaysia. Malaysia ngapain ke Jawa? Lucu. Membuat hoax kok keterlaluan anehnya. Begitu saja ditiru sampai sekarang oleh anak turunnya. Na’udzubiLlah min dzalika.

Saya ulangi lagi, kita niati nashril mazhlum, nashril habaib, dan nashr ahli amar ma’ruf nahi munkar. Masalah pesantren asal ikhlas dan istiqamah, mesti dijaga oleh Allah Ta’ala. Tidak usah ragu. Sekuat-kuatnya penguasa tidak bisa menghilangkan pesantren. Allahuma amin. Ini sejarah dari dulu, semoga ila akhir al-zaman. Kecuali kalau pesantrennya sudah jadi liberal ya mugo-mugo ndang kukut pisan. Pesanren kok senang mendukung Ahok? Kiai kok mendukung Kristen, dukung Panjaitan? Iku yo opo? Kemarin viral katanya ada yang sudah diamplopi, tapi ya jangan direndahkan status kiainya. Mungkin itu karena dipaksa atau ditekan. Entah hatinya mendukung entah tidak. Mungkin lahirnya seperti mendukung, tapi batinnya tidak InsyaAllah, seperti bapak kulo Mbah Maimuen.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan doa oleh Syaikh Muhammad Najih. (*)

Post Author: ribathdarushohihain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons