Site Loader
Toko Kitab

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، و أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم، أما بعد:

قال الله تعالى في كتابه الكريم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا (المائدة : 57)

“Wahai orang orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi teman akrabmu (apalagi pemimpinmu), orang-orang yang membuat agamamu jadi ejekan dan permainan.” (QS. Al-Maidah: 57)

عن أبي ذر رضي الله عنه قال، قلت يا رسول الله أَلَا تَسْتعملنِي، قال فضرب بيده على منكبي ثم قال، يا أبا ذر إنك ضعيف وإنها أمانة وإنها يوم القيامة خزي وندامة، إلا من أخذها بحقها وأدَّى الذي عليه فيها (رواه مسلم)

“Dari shahabat Abu Dzar RA beliau berkata, wahai Rasulullah SAW, apakah Engkau tidak ingin memilihku menjadi pejabat, Rasulullah SAW menjawab; Wahai Abu Dzar, kamu itu orang yang lemah, sedangkan jabatan adalah tanggung jawab, dan kelak di hari kiamat dapat menyebabkan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan menunaikan hak-haknya dengan baik.” (HR Muslim)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عنهُ، عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ (رواه البخاري)

“Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah )jabatan) dia berkhianat.” (HR. Al-Bukhari)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عنهُ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ (رواه مسلم)

“Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: Tiga orang yang Allah SWT enggan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi memandang muka mereka, (Dia) tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah): Orang tua yang berzina, Penguasa yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabur.” (HR. Muslim)

Memilih pemimpin yang sholih dan adil merupakan kewajiban umat sebagai wujud ibadah kepada Allah SWT dalam arti yang seluas luasnya. Umat Islam harus memilih pemimpin negara yang nyata-nyata berkomitmen untuk menjaga kewibawaan dan kemurnian agama, serta berhidmah untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi umat Islam. Umat Islam tidak boleh memilih pemimpin yang berkarakter mudah dipengaruhi oleh lingkungannya, yang cenderung memusuhi, mengabaikan aspirasi serta memojokkan umat dalam memperjuangkan nilai-nilai moral dan ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bangsa Indonesia memohon kepada Allah SWT agar dianugerahi seorang pemimpin yang amanah dan tanggung jawab, Pemimpin yang mensejahterakan rakyat Indonesia terlebih kepada penduduk mayoritas, yakni umat Islam, dengan tidak memusuhi syari’at agama mereka apalagi mengkriminalisasi ulamanya. Pemimpin yang spirit kepemimpinannya memprioritaskan kesejateraan ekonomi rakyat, memberantas narkoba, minuman keras, judi, PSK, korupsi dan berbagai bentuk kemaksiatan, lebih-lebih dosa besar (kabairudzzunub).

Masyarakat Indonesia mengidamkan sosok pemimpin yang peduli dan peka terhadap ketinggian moral dan mental bangsanya. Oleh karena itu, ia harus menata aturan-aturan di semua lini lembaga pendidikan, seperti membuat skala prioritas bimbingan akhlak, memisah tempat pengajaran siswa dan siswi, sebagai langkah dini penanganan maraknya pacaran dan prostitusi di usia dini, sehingga lahirnya anak jadah dan praktek prostitusi dapat diminimalisir. Terpenting lagi ia harus bisa menghentikan produksi kondom, alat seksual yang merupakan jebakan musuh-musuh Islam untuk memasarkan perzinaan.

Jika ingin berkah gemah lipah loh jinawi, Pemimpin negeri ini hendaknya menggalakkan beberapa kebijakan islami, seperti mewajibkan shalat Jum’at di masjid-masjid kampung (bukan di instansi pemerintahan, perusahaan atau mall-mall), puasa Ramadlan, dan menarik zakat 2,5% dari setiap individu yang berpenghasilan kadar satu nishab (kira-kira 40 juta ke-atas pertahun), dan pengelolaannya diserahkan kepada Badan Amil Zakat yang amanah dan kompeten, kemudian penyalurannya juga harus sesuai dengan ketetapan syari’at Islam, al-ashnaf ats-tsamaniyah (bukan untuk infrastruktur apalagi dihutang negara).

Pemimpin tertinggi negara Indonesia harus mensupport serta mendukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan islami bawahannya, seperti menutup tempat-tempat maksiat (penutupan hotel Alexis), penghentian reklamasi, lokalisasi, LGBT, Bar, perusahaan Miras, sebagaimana yang telah dilakukan Gubernur DKI saat ini, Anies Baswedan. Semoga beliau diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk melawan musuh-musuh Islam yang ada di DPRD Jakarta (PDI, Nasdem dan partai pendukung lainnya).

Seorang pemimpin harus memperhatikan dan ngopeni aspek-aspek hubungan vertikal rakyatknya, seperti menerapkan peraturan wajib sholat dhuhur-ashar berjamaah bagi PNS, buruh-buruh di kantor dan perusahaan, serta menyediakan fasilitas Ibadah di setiap instansi kenegaraan. Syukur-syukur menyiapkan pembimbing agama yang mentraining tata cara beribadah dan memberikan ceramah keagamaan di waktu senggang.

Di bawah kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, umat Islam Indonesia seringkali dirugikan, berikut ini data dan fakta kebijakan rezim sekarang yang sangat menyengsarakan penduduk mayoritas Indonesia;
1. Membebaskan baju dan lambang PKI, dengan alasan itu trennya anak muda. Sementara lambang tauhid dan tagar 2019 ganti presiden mereka razia dan larang. Bahkan Mendagri, Tjahjo Kumolo mengapresiasi maraknya paham Komunisme, Leninisme, Marxisme dan mengecualikan ketiga paham ini dari paham dan gerakan radikal, yang disahkan undang-undang pelarangannya.
2. Dana haji umat Islam dipakai untuk pembangunan infastruktur yang manfaatnya kembali kepada konglomerat aseng-asing. Sementara pemerintah sangat menyengsarakan rakyat kecil yang mayoritas muslim.
3. Penista agama yang pro pemerintah sangat sulit diproses secara hukum. Dakwah yang mengajak pada hukum–hukum Syari’at seringkali dipersekusi. Adanya aturan pengeras suara di masjid dan aturan tentang materi khutbah di masjid. Dan maraknya kasus persekusi terhadap ulama dan warga masyarakat yang tidak pro penjajahan asing-aseng.
4. Membentuk penyelewengan akidah, berupa doktrin Islam Nusantara yang kental dengan aroma liberalisme, padahal fatwa MUI pada tahun 2005 menyatakan keharaman paham Liberalisme tersebut.
5. Usaha mengesahkan LGBT dari rezim Jokowi dan partai partai pengusungnya lebih-lebih PSI, PDIP dan NASDEM. Serta maraknya penodaan agama Islam, baik dilakukan oleh pejabat pemerintah maupun partai, khususnya dari kader PDI, NASDEM dan PSI, bahkan oleh orang awam.
6. Dalam Apel Kebangsaan di Semarang kemarin, Kristen malah memakai baju kebesarannya, sedangkan Islam hanya memakai kaos, fenomena ini semakin membuktikan pemerintahan sekarang lebih menghormati Kristen dari pada Islam (Pengaruh kuat LBP menjadi bukti kuatnya). Kemudian juga pada saat acara, bendera merah putih diikatkan di kepala, tapi setelah selesai acara banyak bendera berserakan tak terurusi, hakikatnya rezim ini merendahkan merah putih.
7. Sosok penggerak roda pemerintahan sekarang, yakni Megawati Soekarno Putri selaku Ketum PDIP, tidak percaya akan Hari Kiamat, bahkan menjuluki kelompok yang mempercayainya (termasuk umat Islam) sebagai kaum pengkhayal masa depan, Naudzubillah min Dzalika!

Dan masih banyak lagi kesemrawutan agama dan kebohongan demi kebohongan yang dilakukan oleh rezim ini, alhamdulillah hal ini sudah menjadi rahasia umum, dan masyarakat sudah banyak yang mengetahuinya, semoga mereka sadar dan tidak akan memilih kembali pemimpin yang hanya obral-obral janji tanpa realisasi!

Berdasarkan beberapa pertimbangan di atas, dan sebagai implementasi Qo’idah Fiqhiyyah, Dar’ul Mafasid Muqoddamun ala Jalbil Masholih (mencegah mafsadah harus didahulukan dari pada menarik kemaslahatan), kami menyerukan agar tidak memilih kembali Jokowi pada pilpres 17 April 2019. Karena melihat calon hanya ada dua, maka kami juga menyerukan untuk memilih pasangan Prabowo-Sandi yang berjiwa nasionalis, yang sejak dulu sering didzolimi dan dikhianati oleh musuh-musuhnya bahkan temannya sendiri. Bapak Prabowo terbukti berjiwa patriot yang dapat dikendalikan para ulama dan habaib, dan didukung partai-partai Islam.

Pendamping Bapak Prabowo, yakni Bapak Sandiaga Sholahuddin Uno, adalah sosok pemimpin agamis yang punya komitmen kuat untuk mensyiarkan ibadah (sholat Fardhu, sunnah, zakat, puasa fardlu, sunnah dll) dan melestarikan amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah. Pasangan Prabowo-Sandi insyaallah bukan pemimpin otoriter apalagi radikal. Di bawah kepemimpinannya, amaliah-amaliah umat Islam Indonesia akan terus terjaga dan senantiasa terlestarikan, semisal Maulidan, Tahlilan, istighosahan, Yasinan, Ziarah Auliya dst…

Kami salut dengan cara berfikir Bapak Prabowo, terlebih soal mengatasi masalah ekonomi. Selain dari pada itu, beliau itu berjiwa nasionalis, patriot, negarawan, ini yang perlu kita tiru dari Bapak Prabowo. Adapun masalah keagamaan, yang terpenting kita konsis, istiqomah dalam melakukan ibadah, puasa dan membayar zakat. Karena kami yakin, selama syariat Islam diamalkan, pasti bangsa ini akan mendapatkan barokah, yakni keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan. Allah SWT sudah menegaskan dalam beberapa firman-Nya:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al-A’raf: 96)

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ (٦٥) وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لأكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ (٦٦)

“Sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menegakkan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya[2], niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Maidah Ayat 65-66)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [QS. At-Thalaq: 2-3)

Kandungan-kandungan ayat-ayat akan terwujud dalam suatu negara yang kepemimpinannya dipegang oleh seorang muslim yang patuh kepada al-Qur’an, Hadits dan fatwa-fatwa ulama, wallahu a’lam!

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shalallahualaihi wasallam mengingatkan kita:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ اَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ. رواه أحمد وأبو داود والترمذي.

“Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah temannya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Prabowo-Sandi mungkin jauh dari kata ideal dari standar syariat. Namun setidaknya kita bisa melihat bahwa orang-orang di sekeliling mereka adalah orang baik. Di sana ada Habib Salim Asseggaf (ketua Majelis Syura PKS), Dr. Hidayat Nur Wahid, HRS, Ustadz Zaitun Rasmin, UBN, UAS, Ustadz Adi Hidayat, Aa Gym, Babe Haikal dan banyak asatidz lainnya.

Bayangkan wajah-wajah yang berada di sekitar Jokowi-Ma’ruf kelak jika mereka menang. Ada Ahok si penista Islam, Ribka si anak PKI, dan ada gerombolan PSI yang terang-terangan menolak syariat. Ade Armando, Abu Janda dan Denni akan tertawa terbahak-bahak. Ada Jalaludin Rahmat dan gembong Syi’ah lainnya yang akan berkonspirasi atas ahlussunnah. Dan banyak lagi wajah-wajah penuh dengan misi dan visi yang akan membawa mudharat untuk Islam. Ada pepatah mengatakan;

“Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yang cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan.”

Kenapa kami tidak mengarahkan untuk memilih KH. Ma’ruf Amin? Sebab posisi beliau hanyalah sebagai Cawapres. Wapres tidak punya wewenang membuat kebijakan, dan hanya dompleng kepada Capres Jokowi, yang selama 4 tahun terakhir ini, telah terbukti kebohongan-kebohongannya. Padahal MUI dulu, saat dipimpin KH. Ma’ruf Amin sudah memfatwakan “Haram memilih Pemimpin yang suka bohong”.

Kami juga menyerukan untuk tidak golput karena sama halnya membantu membesarkan komunis-China, asing-aseng, maraknya kristenisaasi, LGBT, Syiah, Liberal yang ada di kubu Jokowi. Kami menghimbau sebelum masuk kamar pencoblosan untuk memeriksa kertas suara, takutnya ada gambar yang ganda (dengan sengaja) atau suara yang rusak karena sudah tercoblos. Setelah dilihat aman baca bismillah dan do’a untuk kemenangan PAS sekaligus kemenangan Islam wal Muslimin.

Mariah kita bersama-sama menjadi laskar TPS yang siap mengawal suara dari Desa sampai ke Kecamatan sekaligus menjadi saksi perhitungan di Kecamatan, lalu mengawal kotak suara dari Kecamatan sampai Kabupaten dan sekaligus menjadi saksi perhitungan suara di Kabupaten, lalu mengawal kotak suara dari Kabupaten ke Propinsi sekaligus menjadi saksi perhitungan suara di Propinsi, lalu mengawal kotak suara dari propinsi ke KPU pusat melalui rekap maupun pengawasan kotak suara/rekap penghitungannya karena ada potensi kecurangan dengan penggantian kartu suara yang sudah tercoblos paslon satu, jangan sepenuhnya dipercayakan kepada Polisi maupun Panwascam karena lebih berpihak pada petahana.

Semoga pemilihan umum tahun ini dapat terlaksana dengan jujur dan adil untuk Indonesia yang berwibawa, bermartabat, adil, makmur, sejahtera dan berkah. Amin.

على الله توكلنا، ربنا لا تجعلنا فتنة للقوم الظالمين، ونجنا برحمتك من القوم الكافرين، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، والحمد لله رب العالمين.

Sarang, 11 Rajab 1440 H./18 Maret 2019 M.

KH. Muhammad Najih Maimoen

Post Author: ribathdarushohihain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons